Belajar Berkurban Dari Keluarga Nabi Ibrahim

05 November 2018 - Kategori Blog

Ada sebuah ungkapan yang cukup bagus, “Risiko positif dari harapan dan usaha adalah kesuksesan dan kebahagian, sedangkan risiko negatifnya adalah kegagalan.”

Setiap perbuatan pasti membuahkan sesuatu. Buah dari perbuatan buruk adalah keburukan itu sendiri dan buah dari perbuatan baik adalah kebaikan yang sempurna. Hasil yang diperoleh berbanding lurus dengan pengorbanan yang diberikan. Bukankah balasan bagi orang-orang yang gugur dalam jihad sebagai syuhada adalah masuk syurga Allah tanpa dihisab?

Para Nabi dan Rasul adalah orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah, hal ini disebabkan karena meraka adalah orang yang paling sempurna pengorbanan dan ketaatannya kepada Allah.

Karena itu jika kita menginginkan kesuksesan yang besar, maka kita harus mempersembahkan pengorbanan yang besar pula. Jalan kesuksesan bukanlah jalan yang dihampari permadani indah, melainkan jalan mendaki dan licin yang dipenuhi onak dan duri sehingga untuk mencapainya dibutuhkan pengorbanan yang panjang dan melelahkan.

Belajar Dari Kisah Pengorbanan Keluarga Nabi Ibrahim

Kisah nabi Ibrahim dan keluarganya, mengajari kita akan arti pengorbanan yang sesungguhnya. Karena Allah, Siti Hajar rela ditinggal sendiri oelh suaminya di tengah gurun tandus tanpa makanan dan minuman yang mencukupinya. Karena Allah, nabi Ibrahim rela menjalalankan perintah Allah untuk menyembelih anak yang sangat dicintainya. Dan karena Allah jua, nabi Ismail rela mempertaruhkan raga dan nyawanya untuk disembelih sang Ayah.

Namun lihatlah apa yang terjadi. Buah dari pengorbanan itu Allah memberikan keberkahan kepada mereka. Buah pengorbanan itu bukan hanya dinikmati oleh mereka, namun oleh semua orang yang tinggal di negeri itu. Negeri yang mereka tempati diberikan kedamaian, ketentraman dan rejeki yang melimpah ruah. Seberapa besar pengorbanan yang diberikan, sebesar itulah buah yang didapatkan.

Benarlah firman Allah yang mengatakan, “Agar Allah memberi pembalasan kepada setiap orang terhadap apa yang telah ia usahakan. Sesungguhnya Allah maha cepat hisab-Nya.” (QS. Ibrahim ayat 51)

,

 
Order via Whatsapp